Press "Enter" to skip to content

Apakah Benar Nikotin Sebabkan Kanker, Begini Penjelasannya

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Pernyataan mengenai rokok dapat menyebabkan kanker biasanya salah dikaitkan dengan nikotin. Faktanya, nikotin adalah senyawa kimia alami yang umum ditemukan pada tanaman termasuk tanaman tembakau, dan efeknya membuat konsumsi tembakau menjadi ketagihan daripada menyebabkan kanker secara langsung.

Dilansir dari The European Code Against Cancer, sebuah situs dari Komisi Eropa yang berisikan informasi tentang tindakan yang dapat masyarakat ambil untuk mengurangi risiko kanker menyatakan bahwa, orang yang kecanduan rokok tembakau lebih mungkin untuk terus mengekspos diri mereka pada karsinogen yang terdapat dari pembakaran tembakau yakni asap tembakau yang dihisap.

Karena sebagian besar zat beracun termasuk karsinogen tercipta selama proses pembakaran, tembakau menyebabkan berbagai jenis kanker, terutama jika dihisap. Asap tembakau juga menyebabkan kanker pada non-perokok yang menghirup asap tembakau dari perokok dan juga pada anak-anak dari orang tua yang merokok.

Selain itu, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah menyimpulkan bahwa ada bukti terbatas bahwa merokok tembakau meningkatkan risiko kanker payudara (10-30 %), berdasarkan bukti yang konsisten dari penelitian pada manusia. Dalam konteks konsumsi rokok tembakau, nikotin tidak se-berbahaya zat lain yang terkandung dalam rokok, yaitu tar.

Bagi yang ingin terhindar dari bahaya tar dari rokok konvensional namun belum bisa menghilangkan ketergantungannya terhadap nikotin secara tuntas, secara bertahap dapat menggantikan kebutuhan nikotin pada perokok sambil meminimalkan paparan pengguna terhadap karsinogen dan zat beracun lainnya dalam asap tembakau.

Karena menghentikan asupan nikotin secara tiba-tiba berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental pengguna yang kecanduan nikotin.

Jenis-jenis terapi pengganti nikotin yang bisa digunakan untuk membantu proses pelepasan kecanduan nikotin secara bertahap diantaranya adalah permen karet nikotin, patch atau tablet hisap nikotin dan rokok elektrik.

Meski dengan adanya kehadiran alat pengganti rokok tembakau yang masih mengandung nikotin, sebaiknya masyarakat tetap berhati-hati dengan asal-usulnya dan memastikan hanya produk yang sah yang digunakan. Banyak produk palsu yang beredar di pasaran, maka para perokok yang ingin beralih ke produk nikotin alternatif harus mencari produk lokal maupun produk yang diimpor secara legal ber bea cukai, bukan produk ilegal yang memiliki resiko. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.