Press "Enter" to skip to content

Pariwisata Bangkit, Siap Dulang 550 Juta Wisnus

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menjadi kunci dan sebagai lokomotif pemulihan sektor parekraf Indonesia. “Saya makin yakin momentum ini akan semakin terbangun, dan tingginya antusiasme wisnus menjadi roda penggerak geliat sektor parekraf hingga saat  ini,” ujarnya saat Seminar Pariwisata Nasional yang digelar Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) secara Hybrid di Jakarta, Selasa (15/2).

Seminar mengambil tajuk Menjaga Momentum Pemulihan Pariwisata, Mengejar Target 280 Juta Wisnus di 2022 dibuka Menparekraf sekaligus tampil sebagai keynote speech. Hadir sebagai pembicara antara lain Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Raden Kurleni Ukar, Direktur Operasional dan Keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Trisnadi Yulrisman, Ketua DPP Astindo Paulin Suharno, Group Vice President Marketing and Communication Smailling Tour and Travel Service Putu Ayu Aristyadewi serta moderator wartawan senior TTG Asia Mimi Hodoyo.

Menurut Sandiaga, untuk kunjungan wisman tahun ini akan ditopang oleh berbagai event internasional seperti MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2022.

Ia membeberkan berbagai strategi yang akan dijalankan di tahun pemulihan pariwisata, di antaranya pemulihan pasar wisatawan melalui penyelenggaraan event dan pemulihan industri pariwisata dengan adaptasi protokol kesehatan. “Kita juga akan melakukan pemulihan pariwisata di Bali, Kepulauan Riau dan destinasi unggulan lainnya,” jelas Menparekraf.

Deputi Bidang Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Kurleni Ukar menjelaskan, target perjalanan wisnus mengalami perubahan seiring perubahan metode penghitungan yang dilakukan (BPS). Di mana, sejak 2019 penghitungan dilakukan dengan metode Mobile Positioning Data atau berdasarkan pergerakan gawai. Dengan perubahan ini, estimasi jumlah wisnus di 2021 mencapai 525 juta pergerakan dan diproyeksikan meningkat menjadi 550 juta pergerakan pada tahun ini.

Menurut Kurleni, dalam beberapa bulan terakhir tingkat penghunian kamar (TPK) menunjukkan peningkatan yang menandakan bahwa wisnus sudah bergerak dan mulai pulih.  “Secara umum, mobilitas masyarakat Indonesia ke tempat wisata mulai kembali ke normal sejak bulan Oktober 2021,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa perjalanan wisatawan nusantara didominasi oleh pelaku perjalanan dari Jawa-Bali.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menyebutkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi pariwisata domestik. Antara lain tantangan konektivitas, kapasitas penerbangan, termasuk persoalan harga. “Kapasitas penerbangan masih menjadi tantangan apalagi kondisi pandemi. Saat ini penerbangan tidak terlalu banyak. Contohnya saya terbang dari Jakarta ke Manado itu biayanya sekitar Rp3,7 juta. Kalau orang tidak punya kepentingan mendesak, banyak yang lebih memilih pergi ke luar negeri yang lebih ekonomis,” ujarnya.

Group Vice President Marketing and Communication Smailing Tour and Travel Service Putu Ayu Aristyadewi menambahkan, dengan kondisi saat ini pihaknya menerapkan strategi meraih pasar yang lebih segmented dan targeted. Misalnya, segmen lansia, anak muda milenial, dan keluarga. “Kami juga lebih menekankan pada produk berbasis experience yang unik dan hanya bisa didapat melalui travel agent,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Forwaparekraf Issa Abdul Bari mengatakan, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 272,2 juta jiwa, sudah semestinya wisnus menjadi penggerak utama pariwisata di Tanah Air.

Terlebih dengan banyaknya daya tarik dan objek wisata baru serta program desa wisata yang tengah digalakkan di Indonesia, potensi pasar wisnus ke depan masih sangat menjanjikan. “Forwaparekraf memahami bahwa pemerintah tidak bisa sendirian dalam upaya mendulang dan mengoptimalkan pergerakan wisnus ini. Perlu sinergi dan kolaborasi yang baik diantara semua stakeholders pariwisata dan industri pendukungnya,” tandasnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.