Press "Enter" to skip to content

HEPA Filter Lindungi Penumpang Pesawat dari Covid-19

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (Inaca) Denon Prawiraatmadja menuturkan, pemerintah sudah mengeluarkan aturan protokol kesehatan, termasuk di sektor penerbangan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Saya pikir ini penting sekali bukan hanya sekadar untuk disampaikan pada pelaku industri, tapi pemahaman ini yang menjadi paling penting untuk masyarakat itu sendiri,” kata Denon saat VIVA Talk secara virtual di Jakarta, Selasa (15/9).

Dalam perbincangan bertajuk Adaptasi Kebiasaan Baru Industri Penerbangan di Masa Pandemi Covid-19, Denon menegaskan, di dalam kabin pesawat sirkulasi udara cukup sehat dengan adanya Teknologi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter di mana apabila dibandingkan dengan ruang gawat darurat di rumah sakit, pergantian udaranya cukup cepat yakni hanya dua hingga tiga menit.

Menurut Denon, kalau di RS ICU mungkin HEPA-nya lima sampai enam menit pergantian udaranya sementara di pesawat itu dua hingga tiga menit. “Ini yang kami kampanyekan di dalam industri melalui masyarakat sehingga masyarakat percaya bahwa menggunakan transportasi udara ini cukup aman dari sisi penghentian penularan COVID-19,” papar Denon.

Denon menyebutkan hanya ada tiga kasus di seluruh dunia di mana penularan diduga terjadi di dalam pesawat. “Tapi itu pun belum terbukti bahkan di studi MIT di Januari ada satu penumpang yang teridentifikasi COVID-19 positif terbang dari Wuhan ke Toronto, Kanada tanpa ada satu penumpang lain pun yang tertular di dalam pesawat,” ujarnya.

Denon menjelaskan seluruh pemangku kepentingan di industri penerbangan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan. “Melalui Safe Travel Campaign, kami ingin meyakinkan sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas penerbangan seperti sediakala,” ujarnya.

Denon menilai selama ini pemerintah telah membantu maskapai dan pengelola bandara dalam menyediakan layanan penerbangan yang sehat.

Caranya dengan mewajibkan para penumpang pesawat mengantongi surat hasil rapid test dan mengisi health alert card jika hendak bepergian dengan moda transportasi udara. Selain itu, ketentuan jaga jarak fisik di area bandara dan di dalam pesawat juga diberlakukan. “Rapid test dan health alert card untuk memastikan para penumpang yang masuk ke dalam pesawat semuanya sehat. Kami berharap dengan melakukan kampanye ini, kepercayaan masyarakat untuk terbang lagi dengan sehat dan selamat bisa meningkat,” jelasnya.

CEO PT Whitesky Aviation itu berharap, seluruh pemerintah daerah mau mendukung Safe Travel Campaign yang diinisiasi INACA dengan restu dari Kementerian Perhubungan. “Prosedur kesehatan masyarakat itu tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Jangan sampai upaya kami menaikkan jumlah penumpang, lantas pihak airlines-nya disorot oleh pemda. Sudah jelas kami telah menjalankan protokol kesehatan yang baik dari sisi bandara, maskapai, sampai ke hotel demi bisa meningkatkan lagi perekonomian,” kata Denon.

Ia meyakini, jika kampanye bisa gencar dipublikasikan maka masyarakat akan percaya untuk bepergian lagi. “Harapan kami di semester II jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta lagi dengan melakukan kampanye keselamatan. Karena dengan meningkatnya jumlah penumpang pesawat, maka industri pariwisata dan masyarakat yang hidup dari sektor tersebut bisa terbantu,” kata Denon. (son)

 

Mission News Theme by Compete Themes.