Press "Enter" to skip to content

HaloPuan Melawan Stunting di “Pakuan Pajajaran”

Media Social Share

BOGOR, BISNISJAKARTA.ID – Gerakan Melawan Stunting yang diinisiasi Ketua DPR RI Puan Maharani terus bergerak. Setelah di 17 lokasi di Jawa Barat, HaloPuan yang merupakan lembaga sosial Puan Maharani menggelar Gerakan Melawan Stunting di “Pakuan Pajajaran” (ibukota kerajaan), sebutan lain untuk Kota Bogor yang pada Abad ke-15 merupakan ibukota Kerajaan Sunda. Kegiatan itu dilaksanakan di Kelurahan Tanah Sereal Bogor, Minggu (13/2).

Sekitar 200 warga mengikuti kegiatan yang dihelat oleh HaloPuan dengan bergotong royong bersama kader-kader DPC PDI Perjuangan Kota Bogor. Peserta kegiatan ini datang dari enam kecamatan di Kota Bogor dan telah didata terlebih dulu supaya Gerakan Melawan Stunting tepat sasaran. Mereka antara lain ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, calon pengantin, dan para kader posyandu.

Angka kejadian stunting di Kota Bogor sebenarnya menurun, dari 10,6 persen pada 2020 menjadi 7,44 persen pada 2021 atau sekitar 6.311 balita. Meskipun demikian, dari 68 kelurahan di Kota Bogor, masih ada 12 kelurahan yang angka stuntingnya mencapai 10 hingga 22 persen.

Menurut Koordinator HaloPuan, Poppy Astari, terlepas dari persoalan angka, HaloPuan bertujuan tidak hanya memulihkan mereka yang mengalami stunting tapi lebih daripada itu mencegah kejadian stunting baru sejak awal. “Kalau kita tidak terus waspada, kejadian baru stunting bisa menimpa anak-anak kita,” ujar Poppy dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Poppy sebelumnya juga menjelaskan bahwa Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian Puan Maharani kepada kaum perempuan dan generasi masa depan bangsa Indonesia. Sebab, kondisi stunting atau gagal tumbuh karena kurang gizi kronis bisa membuat generasi masa depan kurang mampu belajar dan berkarya secara maksimal, sehingga bangsa Indonesia bisa mengalami “kehilangan generasi”.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, berharap kegiatan ini bisa membuat kaum perempuan dan balita-balita di Kota Bogor tumbuh makin sehat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puan Maharani, kader perempuan terbaik PDI Perjuangan. Luar biasa perhatian beliau, bukan hanya kepada Kota Bogor, tapi memerhatikan warga se-Jawa Barat dan Indonesia dalam Gerakan Melawan Stunting,” kata Dadang yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

Kasubkor Pembinaan dan Pelayanan Gizi Dinas Kesehatan Kota Bogor, Deasy Triwahyuni, menyambut baik upaya sosialisasi stunting yang dilakukan HaloPuan dan PDI Perjuangan Kota Bogor. Sebab, menurutnya, banyak warga masyarakat belum memahami apa itu stunting. “Dengan adanya gerakan ini, masyarakat jadi tahu dan akhirnya peduli dalam mencegah kejadian stunting,” kata Deasy.

Selain itu, dalam kegiatan ini, HaloPuan juga berbagi gagasan memanfaatkan bubuk daun kelor sebagai makanan tambahan super dalam melawan stunting. Daun kelor telah diakui dan teruji manfaatnya di banyak negara dalam mengatasi malnutrisi dan gizi buruk. Di Flores Timur, pemanfaatan daun kelor dalam bentuk bubuk atau serbuk juga telah mampu menurunkan angka stunting. “Hasil monitoring kami di dua lokasi, yakni Malangbong, Garut, dan Jatinangor, Sumedang, menunjukkan bubuk kelor yang dikonsumsi secara rutin dan sesuai takaran mampu menaikkan berat dan tinggi badan anak,” ujar Poppy.

Menanggapi gagasan bubuk kelor itu, Deasy juga mengakui sudah mendengar banyaknya manfaat kelor. Untuk kaum ibu, menurutnya, daun kelor bisa memperlancar ASI dan meningkatkan daya tahan tubuh balita. “Daun kelor ini punya banyak nutrisi dan vitamin, sehingga saya rasa cukup membantu dalam mencegah stunting,” katanya.

Usai acara, HaloPuan dan PDI Perjuangan Kota Bogor kemudian membagikan paket makanan tambahan kepada 200 warga. Dalam paket itu, antara lain terdapat 400 gram bubuk daun kelor. Warga bisa mengolah bubuk kelor tersebut menjadi berbagai menu makanan tambahan yang enak dikonsumsi anak-anak. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.