Press "Enter" to skip to content

JTB Catat Zero LTI, Performance HSSE Terjaga Baik

Media Social Share

BOJONEGORO, BISNISJAKARTA.ID – Kinerja Health, Safety, Security & Environment (HSSE) Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 hingga September 2026 menunjukkan tren positif. Zero Lost Time Injury (LTI) berhasil dipertahankan hingga fase operasi saat ini. Hal itu disampaikan Manager HSSE JTB Eko Heri dalam paparan kinerja HSSE Zona 12 ketika menerima rombongan media field trip di Bojonegoro, Senin (21/9).

Eko mengatakan, secara keseluruhan performance HSSE terjaga dengan baik sejak masa project 2017 setelah ada fasilitas sampai masa operasi saat ini tidak terjadi LTI yang tercatat. Sementara untuk leading indicator, JTB mencatat 7.208 temuan Unsafe Act dan Unsafe Condition hingga 9 September 2026. Capaian ini diharapkan terus meningkat agar potensi bahaya tidak naik ke level yang lebih tinggi. “Harapannya lebih banyak temuan di level bawah sehingga tidak terjadi eskalasi ke level insiden yang lebih serius. Cukup berhenti di level near miss, tidak sampai ke atas,” jelasnya.

Pelajaran paling penting datang di awal tahun 2026. Eko mwngungkapkan, terjadi satu insiden near miss saat pekerja mengambil sampel lube oil di engine yang ada di dalam proses. Pekerja tersebut sudah menggunakan APD standar termasuk safety glass. Namun saat pengambilan sampel, ada percikan lube oil yang melewati sela kacamata dan mengenai mata sehingga memerah.

Atas kejadian tersebut, korban langsung dibawa ke clinic room dan dilakukan treatment sekitar 1-2 jam, kemudian kembali normal. “Ini menjadi pembelajaran sangat penting bagi kami. Seharusnya setiap pekerjaan terkait chemical atau bahan berbahaya cair wajib menggunakan Safety Goggle, bukan hanya safety glass biasa. Langsung kami tindaklanjuti sebagai lesson learned,” tegas Eko.

 

Process Safety Event

Di aspek security, tercatat 71 reportable incident atau kerawanan. Temuan didominasi kerusakan pagar, CCTV rusak dan akses tidak sah yang dikategorikan sebagai potensi kerawanan.

Sementara untuk Process Safety Event (PSE), terjadi 2 kejadian di 2026 berupa kebocoran kecil (minor leak) di pipa 48 inch VGA dan di liquid pump. Kedua kebocoran masih dalam kategori Tier 3 dan berhasil diatasi tanpa dampak operasi.

Untuk property damage tercatat 3 kejadian, salah satunya terjadi pada 7 September 2026 dengan kerugian di bawah Rp 5 juta.

Lapangan Gas JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro merupakan Proyek Strategis Nasional yang saat ini menjadi tulang punggung pasokan gas untuk kebutuhan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dengan capaian lebih dari 61 juta jam kerja selamat yang pernah diraih sebelumnya, PEPC Zona 12 menegaskan bahwa aspek HSSE adalah harga mati. “Industri hulu migas sarat risiko tinggi. Awareness setiap individu menjadi kunci. Satu near miss yang kami ungkap hari ini adalah semangat kami agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkas Eko Heri. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.