Press "Enter" to skip to content

SKK Migas Tuntaskan Pengeboran 616 Sumur Pengembangan

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) teah melakukan pengeboran pengembangan yang mencapai 616 sumur atau mencapai 165% dibandingkan Oktober 2021 yang sebanyak 373 sumur.  Demikian dikatakan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 di Nusa Dua Convention Center, Bali-Indonesia, Jumat (25/11).

Sementara dalam kegiatan workover dan well service pada periode yang sama mencapai 542 sumur dan well service untuk 25.020 sumur. Dwi optimis realisasi program utama hulu migas tahun ini akan melampaui target yang telah ditetapkan dalam work, program & budget (WPnB). Optimisme Dwi didasarkan atas progress pelaksanaan program yang terus meningkat sejak kuartal ketiga hingga saat ini. “Prognosa realiasi pengeboran sumur pengembangan tahun 2022 sebesar 800 sumur atau lebih tinggi dibandingkan dari yang telah ditetapkan di WPnB 2022 sebesar 790 sumur,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan program pengeboran, kata Dwi, saat ini jumlah rig yang beroperasi sebanyak 40 rig, 30 di antaranya rig onshore dan 10 offshore. Total investasi pengeboran mencapai US$1,73 miliar dari outlook US$1,98 miliar dan  proyeksi dalam WP&B 2022 sebesar US$2,66 miliar.

Ia mengatakan, kegiatan yang masif dalam pengeboran sumur pengembangan, work over dan well service telah memberikan dampak positif berupa penambahan produksi minyak dan gas. Meskipun kenyataanya produksi minyak dan gas masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Selain tindakan audit maintenance, Dwi mengungkapkan, SKK Migas juga telah memperbaharui standar operasi prosedur (SOP) terkait kegiatan maintenance fasilitas produksi. “Untuk tahun 2023, kami optimis produksi minyak dan gas akan meningkat, yang didukung fasiltias produksi yang semakin handal, serta rencana program kerja hulu migas yang lebih agresif dan masif. Saat ini, berdasarkan identifikasi pada Pre WPnB 2023, jumlah sumur pengembangan tahun 2023 bisa mencapai 1.063 sumur,” terang Dwi.

Kedepan, SKK Migas akan terus mendorong program kerja yang lebih masif lagi dan pengelolaan fasilitas produksi yang lebih baik agar bisa beroperasi lebih optimal. “Melalui kombinasi 2 (dua) jurus tersebut, kami optimis di tahun 2023 tren produksi migas akan meningkat lagi dari tahun ini, dan kami berkomitmen untuk terus melakukan langkah terbaik agar produksi migas terus meningkat guna mencapai target 2030 produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik gas perhari (BSCFD),” pungkas Dwi. (son)

 

 

Mission News Theme by Compete Themes.